Belitung Timur Hukum & Kriminal Nasional
Beranda » Berita » Tak Ada Damai: PWI Babel Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan Wartawan di Belitung Timur

Tak Ada Damai: PWI Babel Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan Wartawan di Belitung Timur

BELITUNG TIMUR, nazaranews.com – Kasus kekerasan yang menimpa tiga jurnalis di Belitung Timur mendapat atensi serius dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bangka Belitung. Ketua PWI Babel, Muhammad Faturrahman atau akrab disapa Boy, bersama sejumlah pengurus, turun langsung mendatangi Polres Belitung Timur pada Minggu (20/7/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan transparan, profesional, dan tuntas.

Insiden kekerasan ini terjadi saat ketiga jurnalis tersebut sedang meliput di area perusahaan PT Vaname Inti Persada (VIP), Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Belitung Timur. Peristiwa ini memicu kemarahan dan keprihatinan di kalangan insan pers.

“Kami hadir sebagai bentuk dukungan terhadap rekan-rekan yang menjadi korban. Selain bersilaturahmi, kami ingin melihat langsung progres penanganan kasus ini dan memastikan tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Boy saat diwawancarai.


PWI Desak Penegakan Hukum dan Pengusutan Aktor Intelektual

Boy menegaskan bahwa PWI Babel akan mengawal proses hukum hingga tuntas, termasuk mendesak penegakan hukum yang setimpal terhadap siapa pun yang terlibat. “Siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan terhadap wartawan harus dihukum setimpal. Kami percaya Polres Beltim bekerja profesional, tapi kami juga ingin agar aktor intelektual di balik kejadian ini diusut,” ujarnya dengan nada tegas.

PWI juga menyampaikan pesan keras kepada semua pihak untuk menghormati kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang. “Kekerasan terhadap wartawan adalah bentuk pembungkaman kebebasan pers. Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun intimidasi verbal,” tambah Boy, menegaskan komitmen PWI dalam menjaga kebebasan pers.

Ketika Pemilu Jadi Bisnis, Negara Perlahan Dihancurkan dari Dalam


“Tidak Ada Ruang untuk Damai”

Sementara itu, Rudi Syahwani, Pemimpin Redaksi Babelterkini.com dan juga Ketua SIWO PWI Babel, yang salah satu korbannya adalah bagian dari tim redaksinya, turut menyampaikan kekecewaannya. Rudi menegaskan bahwa peristiwa ini bukan hanya melukai institusinya, tetapi juga menjadi luka kolektif bagi seluruh insan pers.

“Salah satu korban adalah bagian dari tim redaksi kami. Tapi ini bukan hanya soal kami, ini menyangkut marwah pers nasional. Karena itu, kami tegaskan: tidak ada ruang untuk damai dalam kasus ini,” ujar Rudi.

Rudi juga menyerukan kepada seluruh jurnalis di Bangka Belitung untuk tetap bersatu dan mengawal proses hukum sampai ke meja hijau. “Soliditas pers adalah kekuatan kita. Ini harus menjadi preseden bahwa kekerasan terhadap wartawan tidak boleh dibiarkan begitu saja,” tandasnya, menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi ancaman terhadap kebebasan pers.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

No posts found