Tanjungpandan, 21 Juli 2025 (Nazaranews.com) – Program Kampung Dongeng Belitung berhasil menyemarakkan suasana belajar di TK BINA WARGA Tanjungpandan dengan pendekatan edukatif yang inovatif. Program ini bertujuan utama untuk memperkenalkan anak-anak usia dini tentang pentingnya uang dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Rupiah, mata uang Indonesia.
Henny Meivianty, Kepala TK BINA WARGA Tanjungpandan, menyambut baik inisiatif Kampung Dongeng Belitung. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap metode penyampaian yang digunakan para pendongeng yang dinilai sangat sesuai dengan metode pembelajaran di tingkat taman kanak-kanak.
“Alhamdulillah, ini tujuan utama Kampung Dongeng kan tadi ya, untuk memperkenalkan tentang uang,” ujar Ibu Henny. “Selama ini kan anak-anak melihat transaksi dengan orang tua, ada duit, cuma tidak memahami terlalu dalam dan juga untuk mencintai Rupiah tadi.”
Ibu Henny menambahkan bahwa cara penyampaian informasi oleh Kampung Dongeng sangat konkret dan mudah dicerna oleh anak-anak. “Tadi lah diterangkan ya, Kampung Dongeng ini sesuai dengan dongeng-dongeng mereka membawakan atau memberikan informasi itu sesuai dengan metode pembelajaran di TK,” jelasnya.
“Dan juga menggunakan alat yang sesuai dengan metode tadi, seperti menggunakan boneka. Tadi juga cara penyampaiannya itu mereka tidak abstrak, konkret duitnya, uangnya diperlihatkan. Terus metode yang digunakan untuk memeriksa uang itu juga digunakan, dipraktikkan langsung. Jadi luar biasa, sarannya maju terus lah.”
Ketika ditanya mengenai potensi penerapan pemahaman anak-anak setelah mengikuti dongeng, Ibu Henny optimis bahwa metode pembelajaran yang digunakan akan sangat efektif. “Iya, itu sesuai dengan metode pembelajaran anak ya, itu akan menerapkan seperti itu,” tegasnya.

Antusiasme dan Interaksi Aktif Anak-anak
Interaksi yang terjadi antara pendongeng dan anak-anak juga menjadi sorotan positif. Ibu Henny mengungkapkan bahwa anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dan banyak dari mereka sudah mengetahui nominal uang sesuai dengan lembarannya.
“Luar biasa tadi anak-anak semangat, ternyata banyak juga anak-anak yang tahu tentang jumlah uang sesuai dengan lembarannya, misalnya 10 ribu sekian-sekian pas ditanyakan. Jadi antara anak dengan pendongeng itu interaktif, gitu, saling nyambung lah gitu tadi.”
Sebagai bentuk dukungan dan masukan, Ibu Henny menyarankan agar Kampung Dongeng terus meningkatkan kualitas programnya.
“Pesannya ya itu tadi lebih di-upgrade lagi lah, mungkin lebih banyak lagi nanti alat-alatnya, bonekanya mungkin bisa ditambah dan sebagainya,” saran Ibu Henny. Ia juga menambahkan, “Banyak karakter, suaranya juga mungkin bisa suara sesuai dengan apa yang disukai anak-anak gitu, dirubah-rubah seperti itulah.”

Edukasi Pentingnya Uang Kembalian
Menanggapi fenomena pengembalian uang belanja dengan permen, Ibu Henny menegaskan bahwa hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi. “Iya, itu sebenarnya tidak boleh. Seharusnya ini kembali sebenarnya itu bukan hanya anak-anak, harus di-edu ya. Orang tua juga harusnya di-edu ya,” katanya, seraya menekankan pentingnya edukasi kepada anak-anak untuk selalu meminta uang kembalian dan tidak menerima permen sebagai gantinya.
Program Kampung Dongeng Belitung diharapkan dapat terus memberikan dampak positif dalam menanamkan pemahaman finansial sejak dini kepada anak-anak, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Rupiah.
Penulis: Alfareza


Komentar