Ngawi, NazaraNews.com – Nama Edi Purnomo, atau yang akrab disapa Edi Sound dan juga dikenal sebagai Memed Potensio, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta audio dan pengguna media sosial, terutama TikTok. Dijuluki “Thomas Alva Edisound Horeg” oleh warganet, Edi Sound adalah sosok di balik fenomena “sound horeg” yang sukses menggetarkan Indonesia.
Popularitas Edi Sound tidak hanya bersumber dari keahliannya merakit sistem audio, namun juga dari dedikasi ekstrem yang tergambar jelas dari ekspresi wajahnya yang khas: sering terlihat datar dengan kantung mata menghitam. Kantung mata ini bukan tanpa alasan. Edi Sound dikenal memiliki etos kerja luar biasa, bahkan konon rela tidak tidur selama satu minggu penuh demi menyetel dan mengulik audio hingga mencapai konfigurasi suara “horeg” yang sempurna. Kisah ketekunannya ini pun menjadi ikon tersendiri, menambah aura “maestro” di mata para penggemar dan sesama soundman.
Berangkat dari Ngawi, Jawa Timur, Edi Sound merupakan seorang teknisi sekaligus pemilik jasa sewa audio. Kecintaannya pada dunia suara sudah tumbuh sejak kecil, dan ia mengasah kemampuannya secara otodidak, mulai dari menghidupkan genset hingga mahir mengoperasikan mixer.
Kemampuannya dalam merakit dan memodifikasi perangkat audio sederhana menjadi sistem suara bertenaga besar yang mampu menggetarkan seisi lokasi acara telah menginspirasi banyak pengusaha sound system lainnya. Tak sedikit dari mereka yang mengadaptasi gaya dan teknik rakitan ala Edi, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dalam perkembangan sound horeg. Ia juga dikenal kerap berbagi ilmunya kepada komunitas melalui berbagai platform, turut memajukan industri audio di Tanah Air.
Fenomena Sound Horeg: Antara Kekaguman dan Kontroversi
Fenomena sound horeg sendiri telah menjadi buah bibir masyarakat karena daya tariknya yang unik. Dentuman bass yang kuat dan volume suara ekstrem memberikan pengalaman audio yang menggetarkan, terutama dalam acara-acara komunitas seperti hajatan atau karnaval. Video-video yang memperlihatkan genting berjatuhan atau air beriak akibat getaran sound horeg juga kerap viral di media sosial, memancing rasa penasaran dan perdebatan publik.
Namun, di balik kekaguman akan kemampuannya menggetarkan panggung, sound horeg juga tak luput dari kritik. Polusi suara yang mengganggu, potensi kerusakan properti, serta kekhawatiran akan dampak kesehatan (kerusakan pendengaran) menjadi beberapa isu yang seringkali disorot. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa haram terhadap penggunaan sound horeg yang menimbulkan kemudaratan.
Terlepas dari pro dan kontra yang menyelimuti sound horeg, kisah dedikasi Edi Sound menunjukkan betapa besar passion yang tertuang dalam dunia audio, bahkan jika itu berarti mengorbankan waktu tidur demi mencapai kualitas suara yang diinginkan.***


Komentar